Kayanya hampir semua orang bilang " Buang sampah ke tempat sampah ". Trus, ketika petugas kebersihan di perumahan angkut semua sampah atau limbah rumah tangga yang ada, dibawa kemana kah semuanya ? Yaaa.. mugkin kamu atau orang-orang bisa jawab " Yah dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) lah..". Ok tapi apa kamu tau, abis dari TPS diangkut kemana lagi tuh sampah sama Dinas Kebersihan Kota ??
Wuidiiih, kebayang deh misal aja tiap satu rumah buang satu kantung plastik besar sampah trus bergabung sama misal : 100 rumah dalam satu pemukiman dikalikan dengan 10 pemukiman.. Hmm coba bayangin betapa banyaknya tumpukan sampah yang terkumpul. Belum lagi sampah-sampah itu kan isinya yang kotor-kotor..beracun, bau, belum lagi sumber-sumber penyakit pada adu panco disana. Fiuuuh, can you imagine that ?
Terakhir denger kabar kalo salah satu TPU yang ada di salahsatu daerah di Jawa Barat terjadi ledakkan yang ternyata sumbernya dari gas ( apalah itu intinya berbahaya ) yang terbentuk dari timbunan sampah yang lama tertimbun atau kubur sekian lama, beratnya berton-ton yang akibatnya terjadi longsor yang menimpa dan menghancurkan puluhan rumah penduduk yang tinggal disekitarnya ( Oh c'mon..Please deh dah tau itu TPU masih aja tinggal disana *sumber penyakit, bau,dll euuugh....)
Jangan salahin Dinas Kebersihan Kota juga ya kawan.. Soalnya yaaah..kita tau pengetahuan serta teknologi yang negara kita punya untuk pengelolaan limbah masyarakat lebih lanjut untuk didaur ulang. Even, mungkin kalian pastinya tau sudah banyak dari masyarakat or individu yang ada tau dan bisa cara mengolah sampah menjadi barang-barang recycled yang bisa dipakai bahkan dijual lagi yang akhirnya memberikan manfaat positif dan income atau pendapatan pastinya. Gimana kalau kita gabung yuk seperti mereka ?! Seengganya, tips yang aku kasih bisa menjadi manfaat positif untuk kamu yang membaca blog ini ;)
Wuidiiih, kebayang deh misal aja tiap satu rumah buang satu kantung plastik besar sampah trus bergabung sama misal : 100 rumah dalam satu pemukiman dikalikan dengan 10 pemukiman.. Hmm coba bayangin betapa banyaknya tumpukan sampah yang terkumpul. Belum lagi sampah-sampah itu kan isinya yang kotor-kotor..beracun, bau, belum lagi sumber-sumber penyakit pada adu panco disana. Fiuuuh, can you imagine that ?
Terakhir denger kabar kalo salah satu TPU yang ada di salahsatu daerah di Jawa Barat terjadi ledakkan yang ternyata sumbernya dari gas ( apalah itu intinya berbahaya ) yang terbentuk dari timbunan sampah yang lama tertimbun atau kubur sekian lama, beratnya berton-ton yang akibatnya terjadi longsor yang menimpa dan menghancurkan puluhan rumah penduduk yang tinggal disekitarnya ( Oh c'mon..Please deh dah tau itu TPU masih aja tinggal disana *sumber penyakit, bau,dll euuugh....)
Jangan salahin Dinas Kebersihan Kota juga ya kawan.. Soalnya yaaah..kita tau pengetahuan serta teknologi yang negara kita punya untuk pengelolaan limbah masyarakat lebih lanjut untuk didaur ulang. Even, mungkin kalian pastinya tau sudah banyak dari masyarakat or individu yang ada tau dan bisa cara mengolah sampah menjadi barang-barang recycled yang bisa dipakai bahkan dijual lagi yang akhirnya memberikan manfaat positif dan income atau pendapatan pastinya. Gimana kalau kita gabung yuk seperti mereka ?! Seengganya, tips yang aku kasih bisa menjadi manfaat positif untuk kamu yang membaca blog ini ;)
HOW TO START IT ?
- Pilih sampah organik rumah tangga yang ada. Sampah itu bisa jadi limbah rumah tangga dan sampah halaman atau taman. Sampah rumah tangga itu ternyata komposisinya kira-kira 70% nya adalah sampah organik ( fiuuh..banyak juga toh ). Jadi bahan utama dari pupuk kompos yang bisa kita hasilkan itu banyak pastinya ( *it's a good news ).Eiiits, ada tapi-nya... Jenis sampah organik yang bisa diolah jadi pupuk kompos itu ada yang bisa diolah ada yang gak bisa diolah. Ok, i give you the information.
- Sampah sayuran baru
- Sisa nasi
- Sisa sayuran basi ( tapi harus dicuci dulu sampah bersih ya, dibuang airnya sampai kering )
- Sisa ayam, ikan, dan kulit telur
- Sampah buah dan kulit buah, tapi khusus yang kulitnya duren atau salak jangan pernah dimasukin!!LOL
Sampah organik yang gak bisa diolah jadi pupuk kompos diantaranya :
- Biji-bijian yang utuh dan keras, misalnya : alpukat, salak, duren (*durian) dll
- Buah-buahan utuh yang mengandung banyak unsur air didalamnya, misalnya : jeruk, semangka, melon.
- Sisa protein daging ayam, sapi, ikan..soalnya nanti bisa tumbuh belatung trus juga baunya kan gak nahan kalo disimpen kelamaan.
- Lalu, semua sampah organik yang bisa didaur ulang itu dicacah atau dipotong kecil-kecil bisa juga dipotong kecil-kecil trus dimasukin deh ke kotak yang namanya kotak Tatakura. Skema dari keranjang Tatakura ada dibawah buatnya gampang banget! ;). Oh iya, untuk menstimulasi atau membantu pembentukan sampah organik yang ada, jangan lupa masukin juga kompos yang lama (*ada kok ditempat orang-orang jualan tanaman).
- Masukkan sampai penuh yaptongan tersebut kedalam kotak yang ada, lalu diamkan selama 2-4 bulan kemudian. Kalo kamu buatnya bener dan mengikuti tiap langkah yang ada pastinya sampah (*si calon kompos) itu gak akan ngeluarin bau.. Yuk dicoba !
Skema cara buat Keranjang Tatakura.
Keranjang Tatakura itu pertama diperkenalkan oleh Mr. Koji Takamura dari Jepang yang sering disebut dengan ” TAKAMURA HOME METHOD” atau biasanya disebut “keranjang Takamura“. Hasil dari cara ini akan menghasilkan sampah yang tidak menyebabkan pencemaran, baik pencemaran bau atau keracunan tanah sehingga aman bisa digunakan untuk kompos yang ramah lingkungan.Istimewanya, kompos yang dihasilkan ini bisa dipake kapan aja dan terserah berapa banyak untuk mupuk tanaman kita dirumah, dihalaman atau lingkungan sekitar tempat kita tinggal...Udah deh, simpel banget kan ! :D
Mulai dari sekarang, kenapa kita ngga mulai mengubah kebiasaan bermusuhan dengan sampah jadi bersahabat dengan sampah ?Ayo, siapa yang berminat bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia yang berusaha menjaga kebersihan dan kelestarian alam ? Met mencoba ya kawan ;)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar